Sepakbola,drama, dan politik pencitraan

Sabtu, 3 Juli 2010
04.23 wib

Baru selesai nonton pertandingan super dramatis uruguay vs Ghana. di pertandinagn ini aku megang Ghana, bukan karena Ghana merupakan satu-satunya negara dari benua hitam yang tersisa di babak 16 besar, tapi karena ada sebuah cerita. Begini ceritanya…., (semoga aku bisa mencetitakannya dengan baik…..:) )

Sehari sebelumnya, dihari kamis malam aku nonton Metro TV. Nah, disalah satu segmennya menampilkan 2 orang pengamat sepakbola. Bung Kusnaeni salah satunya. Dan yang seorang lagi dengan sangat menyesal aku lupa namanya.

Segmen itu dipanduoleh…, lagi-lagi maaf aku lupa lagi siapa namanya. Tapi agak aneh juga melihatnya mewawancarai dua komentator sepakbola, karena biasanyadia selalu mkembawakan acara economic challange. Mendengar dia bertanya seputar pertandingann Belanda vs Brasil dan Uruguay vs Ghana pada kedua komentator itu membuatku membayangkan kurva-kurva plus teori-teori ekonomi yang super rumit, sekaligus suka bikin kepala berdenyut-denyut pusing. Bukannya aksi-aksi menarik para pemain sepakbola dilapangan hijau. :)

Nah, disalah satu sesi wawancara itu, bung kus( begitu bung kusnaeni sering dipanggil) mengatakan Jerman merupakan tim yang selama Piala Dunia 2010 ini yang harus bekerja ekstra keras untuk sampai dibabak 8 besar ini, dimana Jerman harus berjuang keras di fase penyisihan grup supaya bisa jadi juara grup agar tak bertemu dengan Inggris di babak 16 besar dan berhasil, tapi skenario itu tidak berjalan sempurna karena ternyata Inggris hanya mampu menjadi runner up di fase penyisihan grup. Dan jerman berhasil membuktikan kalau mereka memang negara yang patut diperhitungkan di turnamen paling bergengsi ini.

Dan sampailah Jerman di babak perdelapan final bertemu dengan sang favorit juara Argentina. Kemudian Bung Kus mulai memberikan komentar lucunya, mungkin Jerman akan bertemu Ghana di final, satu-satunya negara non unggulan di Piala Dunia kali ini. karena perjuangan jerman yang lumayan berat.

Kemudian aku berpikir, keren juga kali ya, setelah bertemu tim unggulan berkali-kali (walau Jerman belum tentu menang nanti malam lawan tim Argentina ), tiba-tiba di final mereka bertemu Ghana, tim yang secara hitung-hitungan diatas kertas jauh kemampuannya dibawah Jerman.

Dan entah kenapa, pikiran-pikiran itu membuatku bersemangatuntuk mewujudkannya dan begadang semalaman menunggu partai Uruguay vs Ghana, sambil membaca bukunya Raditya Dika Marmut Merah Jambu.

Dan tibalah saatnya ketika pertandinagn dimulai. Aku mulai deg-degan, ini biasanya kurasakan kalau yang lagi bertanding itu Timnas Indonesia, Timnas Inggris dan Timnas Jerman dan ada 2 lagi yang tak boleh terlupakan PSMS Medan dan Manchester United. Ghana pun akhirnya berhasil mencetak gol terlebih dahulu dimenit ke-45 yang dicetak oleh Sulley Ali Muntari, dan babak pertama pun selesai.Kedudukan 0-1 untuk keunngulan Ghana. Babak kedua giliran Uruguay menjebol gawang Ghana yang dijaga oleh Richard Kingson, melalui tendangan bebas Diego Forlan pada menit ke- 55. Dan kedudukan pun imbang 1-1.Dan sampai 90 menit pertandingan selesai skor masih imbang 1-1.

Dan dimulailah babak perpanjangan waktu 2x 15 menit. Di extra time pertama, skor masih sama 1-1. Ketika babak extra time kedua hamir berakhir muncullah drama penalti itu. Asamoah Gyan mendapat kesempatan melakukan penalti karena saat itu Luis Suárez melakukan hand-ball di dalam kotak penalti mengantisipasi peluang gol dari Ghana. Sebelum Gyan mengeksekusi penalti si jabulani, aku sempat mengatakan kalau penalti ini gagal maka Ghana akan akan klah. Itu karena waktu sudah mencapai akhir dan penalti di akhir pertandingan itu merupakan salah satu tiket Ghana untuk ke babak semifinal dan bertemu Belanda.

Dan benar saja, Gyan tidak berhasil memasukkan bola ke dalam gawang, bola memantul di mistar gawang, dan wasit pun meniup peluit tanda pertandingan selesai. Dan waktunya para pemain menyiapkan mental dan kaki mereka untuk adu penalti.

Berhubung mataku sudah mulai susah diajak bekerjasama maka dengan berat hati tulisan ini akan dilanjutkan esok saja……

05.02 wib
to be continue…..:)

images1

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

kembali

setelah beberapa saat menghilang, aku ingin kembali.
hanya itu….

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

anak anak..

kali ini saya ica yang bersemangat kembali untuk mencoret coret blog aneh ini. Baiklah berhubung patner saya Lili sedang ada masalah yang tidak saya mengerti, saya sebagai cerminnya lebih baik pura pura tidak tahu saja. :)

Kali ini tentang masa kecil. Ntah kenapa saya kembali kemasa masa yang dimana itu sulit untuk kembali saya ingat bukan karena ngak ada yang special. Tapi lebih tepatnya mungkin karena saya sibuk dengan diri saya yang “Sekarang”. Itupun kalau “iya” bila tidak.. Tentulah ingatan saya dipenuhi oleh berbagai macam hal yang sebagian mungkin penting sebagain lagi memang sampah.
kembali kebahasan awal…

pic4b

Berapa banyak diantara kita yang masa kecilnya disuguhi cerita cerita dongeng?? Cerita bagi saya sangat identik dengan anak anak.
Begini, kembali ke saya sebagai objek. Jujur dulu saya ternyata tidak senang berada dirumah saya sendiri, dirumah orang tua saya tepatnya. Setelah saya kaji kembali, mereka tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. hahaha.. (maaf mamak, bapak bukan bermaksud kallian tidak mengerti saya sepenuhnya..). Alasannjya, mereka bosan saya tanya i melulu. Saya menyadarinya sampai sekarang sifat pengen tahu itu masih saja bermukim dalam hati, pikiran bahkan jiwa.
Kedua, saya bahkan dimarahi bertanya jika pertanyaan saya jenius tentunya.. hahaha.. Misalnya pa itu ya..?? oh.. “kenapa sayap yang tebang bukan tangan??”
Saya bakal juga ngak kalah marahnya jika ngak dijawab bahkan jika di marahi. :)

Ahkirnya mereka lebih sering menempatkanku dirumah orangtuanya, ompung saya sendiri, kebetulan mereka juga senang ada anak kecil kembali meramaikan suasana. Jadi, bahagialah saya disini, apa yang saya tanya pasti dijawab walaupun asal asalan. Ompung saya takut saya kecewa. Merekalah yang selalu ada untuk menjawab jawab apa yang saya tanya. Bahkan mereka menceritakankan beberapa dongeng klasik tentang danau Toba, Dolok pinapan, Tao Sipinggan, dan Simardan jika saya nakal.

Saya ingat kembali, saya juga senang hari minggu, karena saya akan pergi “sekolah minggu”. Berapa banyak kisah kisah di alkitab yang bertahan di ingatan saya bukan karena saya baca tapi karena cerita cerita itu disuguhi secara enak waktu saya masih kecil di sekolah minggu tersebut.

Sepanjang cerita saya ini, ternyata saya tidak mengalami masa terlalu sulit semasa kecil, itulah yang membantu saya tidak takut beimajinasai sekarang.

Saya hanya memberikan kesadaran sedikit secara pribadi bagi saya sendiri, mengingat saya disini, jarang bertemu anak anak. Jadi saya lupa bagaimana mestinya memperlakukan mereka. Bersenang senang diusia begini sangat beda dengan usia anak anak. :) ) ( ayam aja tahu kali ya).
Intinya, jikapun pohon itu sudah menjulang tinggi, janganlah lupa bagai mana dulu semutpun pernah terlihat raksasa dimatanya.. :) )

saya kembali dulu jadi anak anak ya..
salam….

:) )

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

lima….


baiklah.. ini untuk waktu yang sekian lama tidak di pergunakan buat menulis.

Perihal persahabatan, mimpi, dan keindahan.

Setelah 5 yang telah terlewati di bulan ini, dengan 5 hari kedepannya lagi, saya baru bisa mikir dikit tentang apa yang sudah kita jalani. *halllah… :)

Memaknai bahwa seharusnya tiap hari itu harus jadi ulang tahun kita yang sesungguhnya.

Kita benar tak bersama waktu 5 itu, alasannya jelas ada sebuah tradisi yang belum lepas yang masih saya jalani yang di sebut paskah.

Momennya juga indah, keyakinan itu menyebutnya “telur” “lahir” dan “Awal”.

Tak akan kutanyai tentang resolusimu, karena juga jelas setiap saat itu kita bermimpi, berproses, jedanya kadang kadang saja.

tak ada yang lebih menyemengati jika kita akan selalu ada untuk bermimpi dan tentu mencapainya, walau jelas ngak semua mimpi itu bisa tercapai.

kita ada saat 5. Saya yakin ini tidaklah kebetulan.

Saya juga yakin ini bukan kesengajaan.

Tapi keajaiban…..

Dan tak banyak lagi yang ingin kukatakan selain.

Mari persiapkan perjalanan kita bulan depan.

Menu kita sudah disiapkan oleh sang Agung.

Bersamalah selalu…..

:) )

Selamat menikmati bekurangnya usiamu di bumi yang indah ini…..

( SAYA kok ngerasa janggal menulis yah.. :) )

Telur..

Telur..

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Bercerita Tentang Pohon.

Berawal dari membaca, melihat, dan merasa, kini aku bertumbuh menjadi sesorang yang sangat berpengaruh ( walaupun masih sebatas dalam diri).

Sering merasa sepi dan sendiri. Aku memilih pohon untuk tempatku berhening.

Pertengahan 2008 . Aku memilih lebih sering duduk dibawah pohon yang berada tepat di kampusku. Untuk menjelajahi dunia hayalku, dan sampailah pada dunia pohon tersebut.
” Bagaimana jika aku nggak berada disini?? ”
” Apakah harus kerimba untuk berjumpa pohon lagi?? ”
Karena tak selamanya aku akan berada di tempat ini.
Teryata aku sudah menyatu dengan pohon.
Aku mengamatinya setiap musim, saat musim semi menada baunya yang sangat khas dibulan itu tepat diakhit tahun, saat musim gugur di awal tahun hingga berminggu-minggu. Sampai kembali mendapati daunnya hijau, rimbun dan teduh.
Tak jarang diri ini seperti orang gila mengelilingi si Pohon sambil meminta dipoto. :)

LAgi-lagi masih tentang pohon.
Waktu SMP, guru bahasa daerah disekolah saya dulu pernah bercerita tentang pengaruh pertumbuhan pohon terhadap keturunan suatu keluarga.
Seperti pohon beringin misalnya, yang ditanam di makam oranng tua yang meninggal dunia.
Memiliki makna filosofis yang dalam bagi budaya batak. ( sayang saya masih terbata-bata untuk mengartikannya, kelak jika sudah pandai bertutur dan sudah lebih paham tentunya akan berbagi lebih lagi).

Saya juga tidak pandai menyampaikan yang saya maksud untuk mengabari betapa indahnya jika tumbuhan tinggi itu ada dimana-mana.

Lupakan tentang pernikahanku dibawah pohon, yang akan meberi souvenir berupa bibit pohon pula.

Lupakan tentang bagaimana aku tak mengerti memperlakukan tanaman dengan baik.

Karena yang sangat kusadari betapa hidup ini sangat membutuhkan pohon-pohon.
Mengingat sejuknya dunia ini jika si pohon masih mampu menyaingi populasi kita yang semakin membengkak.
Tanpa maksud mengajari.

Aku benar tak tahu apakah tulisan ini berpengaruh atau tidak, yang pasti saat ini aku hanya menngingat moment malam natal, dimana saat lagu “Holy night” dinyanyikan hanya satu lilin ditanganlah yang menyala hingga akhirnya semua lilin menyala dan menerang semua ruang itu, ditangan setiap orang yang ada diruangan itu.

Dan aku juga belum tahu apakah aku sudah mencintai hidupku kini.
Tapi ini hanyalah sebuah pengertian yang sangat berhaga bagiku, bagi hati ini.

Dan hanya ingin bebagi sedikit.
dsc01871

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Masihkah perlu kemerdekaan ini dimaknai?

17 AGUSTUS 2009
12.53 wib

Tepat di 64 Tahun negeriku merdeka….
Aku ingin mengucapkan terimakasih pahlawan, baik kalian yang dinobatkan sebagai pahlawan oleh pemerintah negeri ini, maupun buat kalian yang berjuang tapi terlupakan.
Tak henti sykur henti ini terucap. Atas semua semangat perjuangan, airmata, darah, dan keringat yang kalian taruhkan untuk membuat kami anak cucu kalian yang kurang menghargai ini punya sejarah membanggakan, dan memiliki sebuah negara bernama Indonesia.

Tepat di 64 Tahun negeriku Indonesia tercinta merdeka, hujan turun dengan derasnya. Sederas rengekan anak cucu kalian wahai pahlawan yang merajuk minta kemerdekaan. Kemerdekaan dari semua polemik hidup.

“Bisakah?” tanya mereka.

“Tidak!” jawabku. Tidak akan tercapai merdeka yang hakiki bila yang kita tahu hanya merengek, mengeluh tanpa menyisihkan beberapa detik waktu untuk aktif meretas jalan menuju kemerdekaan yang hakiki.

Tepat di 64 Tahun Indonesiaku merdekaterdengar ucapan mengiris hati dari tetangga sebelah sebelah rumah
” Hari merdeka kok “mati lampu”? ” teriaknya bertanya entah pada siapa. Entah pada siapa.

Jawabnya, yang tak sempat kuutarakan padanya,
“Sudahkah kita berhemat listrik ? Sudahkah kita turut melestarikan alam ? Kalau belum, nikmatilah sakitnya “mati lampu”. Itu sama sekali tak ada hubungannya dengan kemerdekaan. Kita semua turut andil didalamnya.

Tak mungkin ibu pertiwi mampu menjaga dirinya sendiri tanpa bantuan kita semua, pitra-putrinya.

Tepat di 64 Tahun Indonesiaku menghirup udara merdeka,
seorang teman bertanya, ” Gak ikutan makan kerupuk atau panjat pinang ? ” lalu kujawab ” waktuku sudah lewat untuk kegiatan itu, saatnya memaknai diri dalam kata merdeka. ” yang disambutnya dengan tawa.

Seaneh itukah rasanya, pada saat aku atau satu diantara kalian mencoba memaknai kata merdeka ? Tabukah itu ?

Entah;lah. kali ini tak ada jawaban dariku. Aku tenggelam dalam sedih.
Dan kembali mempertanyakan, masihkah perlu sebuah kemerdekaan dimaknai ?

Atau hanya sekedar dirayakan dengan Upacara bendera atau berjalan keluar rumah mengisi hari bertanggal merah ?

Kembali aku mempertanyakan di hari ini, tepat di 64 Tahun negeriku membangun mimpi menjadi sebuah negara yang mampu mengayomo setiap anak bangsa.

Masihkah perlu kemerdekaan dimaknai ?

Dirgahayu Indonesiaku….!!!

Entah kenapa aku bangga menjadi putramu….!!!!

5971_1096336575311_1433504673_30263359_5003909_n
13.14 WIB

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

kepakan Pertama si sayap

Akhirnya si Bolga yang kami rencanakan itu terpijak juga…
Semalamnya sebelum berangkan nggak bisa tidur.
Gak enak hati plus nggak enak aja.
Seperti sekedip.
Aku dan lili ternyata tak bermimpi.
Sayap yang tak secermin itu (begitu aku menyebut lili) juga mungkin merasakan apa yang saya rasakan.
070809

dsc07032

seharusnya kami harus berangkat lebih awal. Dan tertulis juga begitu.
Tapi ntah karena alasan apa, aku berterima aja yang penting jadi. Sempat ragu , karena sehari sebelum berangkat lili memberitahuku melalui sms satu alasan yang aneh yang bunyinya begini
” Cha.., sesuatu terjadi. Jadi li cuma mau beri tau aja. Tapi li gak mau rencana kita batal.
alasannya…
1. Udah satu kali tertunda, jd gak pengen tertunda lagi.
2. Dirimu pernah gagal pergi jadi aku gak mau itu terulang lagi…
tapi kalo mau berangkat besok, li harus bener2 mengencangkan ikat pinggang. Caranya ..
1. Cari transportasi yangmurah. jelek juga gopp. YAng penting berangkat.
2. Cari penginapan murah itu harus..!!
3. Dirimu harus rela menggantikanku membelikan oleh2 bwt hendra soalnya sudah janji…
bagai mana ??ayo sms aku…

As lili 06-agt-2009 06-06.

berapa layar coba itu sms…hehe. kurasapun dia tak tidur gara gara itu.ya jelas aja nggak ada balasan abis aku kan masih tidur. Dalam kurun waktu 20 menit dia balik smsin diriku lagi.
“oii… BANGUN..
bangun tidur, tidur lagi.
bangun lagi, tidur lagi..
Bangun.., tidur lagi…
he..he..
GAtian ya, skrng ab yang bobok.
nice day jelek.”
Bah ternyata nie sms dari ci abg rupanya. Yang semalamnya baru memberi advise beserta petuah dan sedikit komplik ( karena dia sudah menyebutku saudara..) duh saudara apa ya ?? gak ada nyambungnyalah. ( sedikit sewot bila mengingatnya..) :(
kenapa juga aku kurang kerjaan nulis intu ya… :)

Ternyata sms si lili datang pada 06-agt-2009 08-16 setelah 2 jam berikutnya rupanya.
dengan isi
” Kenapa teleponku gak diangkat??
marah ya cha…
Ayolah teman…,
bereaksilah..
bals smsku..
angkat teleponku..”

akh lili.. kita seperti berpacaran saja.. heheeh..
jujur itu tak kusengaja nak..
aku masi tidur.

Dan sampai akhirnya, siang itu aku sudah dirumahnya.
Kemudian membeli tiket, dan berhasil dibodohi..
tak pa-pa.
perjalanan perdana.. “pelajaran…”

Selama proses pemberangkatan ini.
Rasanya banyak kehilangan.
Mungkin itu alasannya mengapa serasa berat saat memilih untuk pasti jadi berangkat.
Di awali kepergian Mbah Surip. Dalam perjalanpun kami turut berduka saat mendengar kabar WS Rendra juga sudah berpulang.
Mungkin aku tak se-ekpesif lili menangis saat mendengar kabar itu. Tapi ntah, kematian semakin mengajariku tentang artinya hidup. Dan kematian semakin Indah saja bagiku.
Besoknya, saat kami sudah di Sibolga. Kabar lain lagi tentang Nurdin M Top riuh dibicarakan. Mungkin sebagian orang bahagia atas kejadian itu, setidaknya mereka berpikir negara sedikit aman dengan temuan dan kematian itu. Tapi lagi – lagi aku menganggapnya kosong. Malah aku juga kehilangan dia yang disebut – sebut Nurdin M top yang belum pasti itu.
Huh… BAik atau buruknya tindakan dia tersebut. Pastilah dia memiliki tujuan untuk itu dan tidak mutlak tujuannya itu salah… Bukankah benar dan salah hanyalah kata kesepekatan yang pemaknaanya juga disepakati. Jika setuju mungkin benar dan jika tidak maka salah.

akh.. aku jadi melantur lagi.
seharusnya aku harus berbagi kepakan sayapku yang pertam ini dengan si sayapku lili.
intinya bagi aku sendiri, aku hanya ingin belajar merasa lagi. Belajar menghargai detik lagi. Dan belajar menjadi laut yang luas.
Ntah ada sesuatu yang tak bisa ku sebut dengan kata-kata yang membuatku hanya bisa berkata. ” Ayolah teman lakukanlah perjalanmu yang membuatmu tak bisa berkata-kata, karena aku masih ragu benarkah kita hanya lahir sekali..”
aku masih akan mengepakkan sayap lagi. Aku masih terus belajar lagi.
Hidup ini indah jendral…

jadi sampailah aku pada akhir paragragraf, dimana aku harus habis-habisan maengkritik si sayap yang satunya lagi. Ku sebut dia selir, karena dia cukup bahagia denga kata-kata itu. Dalam hati ini membenarkan bahwa sayapku yang bernama lili adalah mahluk cengeng tukang kangen.
mudah-mudah.. Sang agung masih memberi kita kesempatan lagi buat menikmati ciptaannya yang dipinjamkan ini kepada kita.
Tak lupa juga diri ini berkata.. ” aku bangga padamu teman…”
dan cita-cita kita jadi pencinta Dunia terwujud semestinya, tidak lagi hanya penikmat saja.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

tentang sayap yang lain.

tentang sayap yang lain…

baru menghabiskan waktu bersama sayap yang lain …
mereka, teman, sahabat, cinta, dan tuhan yang bisa saya lihat.
belajar berjalan dijalan yang lurus, yang bengkok, yang mulus, yang bergerigi.(seperti  gergaji) .
sapanjang hidupku juga aku tak pernah bermimpi bisa bersahabat dengan mereka yang sangat luar biasa menurutku.

tentang sayap yang lain.

aku mencintai mereka dengan tulus, iklas, sepenuh jiwaa walau sebelumnya pernah memandangnya dengan mata kiriku saja..(karena mata kiriku yang minus paling tebal) jadi bagus disamarkan saja melihat mereka.
tapi karena waktu, mereka ternyata adalah sayapku, dan ternyata lagi aku tak bisa terbang tanpa mereka.
banyak ocehan lain dari sayap yang lainnya lagi tentang diriku mengapa harus memilih mereka jadi teman bahkan jadi bagian.
aku tak bisa membedakan mereka dengan yang lain.
tapi yang lain sangat mengangap mereka berbeda.
jujur, aku tak memakai mata minusku lagi buat melihat  mereka karena merekalah mataku bisa memandang semua dengan indah.

tentang sayap yang lain.
kami sering menangis bersama, kami sering tertawa bersama, bahagia, hidup, makan bersama, dan bahkan tak luput dari selisih paham.
saat menangis kala berselisih paham, sering kami saling berteriak membela diri, menghilang beberapa saat, bediam saat bersama, tapi waktu selalu menjadi jawaban berikutnya akan ada yang mengejek dan akhirnya berpelukan bahagia kala tak sanggup lagi sendiri, berdiam diri dan menang sendiri. Kadang kami berantam hanya karena merasa dihianati jika diluar sana berjumpa dengan seseorang dan dianggap lebih dari kami. kadang kami berantam karena tak pernah menyapu rumah, atau menutup pintu saat malam sudah larut.

kami sering tertawa, bahkan hal yang tidak lucu sekalipun bisa jadi bahan buat lucu – lucuan kami. Pergi menghabiskan duit jika masih ada buat makan tentunya, dan kalau nggak punya duit dirumahlah kami memasak seadanya.

Menjadi penasehat dikala masalah datang silih berganti, memberi tantangan hidup kepadaku, bertanya apakah aku malu berjalan bersama mereka jika mereka merokok dijalan atau mengenakan busana aneh dan berdandan seperti artis jika berjalan keluar?
aku selalu bilang aku tak peduli itu semua….

Sayap ini indah,
aku sebut kami karena lebih dari aku dan dia, dia, dia, dan dia.
“Dia” yang pertama sudah bahagia dengan 2 malaikat kecil disampingnya. Satu malaikatnya pergi ke surga dan menjadi laskar bersama sang Agung disana.
ku sebut dia kakak. Membuatku sangat berarti saat malaikatnya yang kedua hadir aku menjadi sahabat pertama yang menyaksikan keajaiban itu. kakak yang jika mabuk akan mengingat sang Agung dan melafalkan ayat – ayat yang tak ku mengerti artinya dan memberikan nasihat dan permohonan maaf sedalam – dalamnya atas dosa – dosa yang dia perbuat. Paling perfek soal dandan  dan paling lama jika dikamar mandi. Sekarang dia sudah jadi permasyuri yang baik dirumah sajah bersama anak, setelah seorang pangeran datang melamarnya dan menerima dia apa adanya dengan paket plus – plusnya.
Yang belum berubah dari dia sekarang ini adalah kekwatirannya yang berlebihan. Dan dia akan selalu datang disaat aku dalam keadaan genting sekalipun. Huff kakak.. aku kangen..

“Dia” yang kedua aku sebut juga kakak, dia indah. Dia hebat, tegar, dan kuat. Sangat serius tapi cantik. Tidak pelit, ringan tangan(dalam segala hal, saat berantam juga iya…) :) Paling jago masak, dan yang pasti dia juga sangat membutuhkanku.( saat aku menulis ini, sungguh aku belum tega meninggalkan dia dirumah sendirian, dia sedang ada masalah yang rumit) maaf ya kak.
dia seharusnya adikku dari segi umur, tapi aku sudah memilih buat memanggilnya kakak. Karena ada beberapa hal yang membuatnya memang pantas jadi kakak buatku.
dan dia memanggilku “bekicot” :)

“Dia” yang ketiga aku menyebutnya taruli, paling lucu, paling aneh dan paling tidak konsisten sama apa yang dia ucapin, tukang bohong . Dia akan selalu mengaku padaku setelah beberapa bulan kemudian. Paling sering menghilang, dan paling sering dikangenin. Dia memilih beda untuk cinta. aku menyanyainya dan merindukannya.
aku sering memakai bajunya, da tidak mengembalikannya lagi karena dia akan lupa.. hehehe..
Dia sangat gampang terpengaruh. Tapi dia baik, sangat baik. Aku suka dia bercerita tentang kesialannya. Karena dia menganggapnya itu lucu.

Tentang sayap yang lain.
Sampai saat ini kami masih ada, masih berbagi walaupun tak bersama. Tapi saat ini beberapa sayap yang lain sudah menerima mereka mengapa aku sebegitu mengingini mereka.
Ini kejutan dari sang agung. Hadiah yang Indah.

Mereka guru besar hidupku…

Trimakasih Sang Agung.

12112007051

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

untitle…

Berawal dari membaca buku Ayu Utami, berjudul Larung. Entah kenapa dari sekian banyak tokoh, aku begitu mengagumi penokohan Nenek Larung. Alasannya karena Nenek Larung tak menghakimi. Menganggap semua yang berada di bumi berada pada tempatnya,baik ataupun buruk.

Sebagaian orang mungkin beranggapan sosok Nenek Larung seperti sesosok mayat hidup. Tapi saat dia mulai bercerita masa lalunya, mengertilah aku, betapa malu aku pada diriku sendiri. Dan mulai bercermin diri.

Aku ( dulu ) selalu menilai melalui penampilan luar saja. Nenek Larung mengajarkan untuk membuang semua stigma negatif pada diri sendiri.
Aku tak lagi menjadi makhluk penilai. Dan melihat semua yang terjadi di sekelilingkusebagai suatu kewajaran.

Terlihat aneh memang dan terkesan anti sosial. Tapi tak ada salahnya menjadi beda.

Karena inti dari keberadaan kita di buni adalah menjadi abdi. Mengabdi pada apa saja yang kita yakini, pada apa yang kita cintai dan kita percayai. Bukan menghakimi lingkungan tempat kita belajar kehidupan dan memperoleh pembelajaran.

Dengan cara apa?? Mencoba merasakan, memasuki pola pikir orang lain.

Contoh sederhana….,

Dulu, aku selalu berpikir orang yang memiliki tato itu menyemkan, dan beranggapan menato diri sebagai suatu tindakan aneh sekaligus sia-sia. Bahkan cenderung menyamaratakan semua orang yang memiliki tato sebagai kriminal.
Tapi ekarang mulai melihat itu sewajar mungkin. Mulai melihat itu sebagai sebuah seni. Melihat itu sebagai suatu yang biasa, layaknya orang lain yang suka melukis di kertas di tembok. Hanya beda media saja. Tidak ada yang salah, tidak ada yang aneh, dan tidak ada yang perlu dihakimi.

Keseimbangan antara baik dan buruk dalam hidup sangat penting. Tapi jauh lebih penting bila kita menghargai pilihan orang lain. Tak menghakimi secara membabi buta.

Berdialog mungkin bisa jadi solusinya. Bila itu sulit dilakukan, menahan diri jauh lebih baik.

Karena kita semua adalah abdi kehidupan. Bukan hakim bagi manusia lain……..

Lili ….

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar

buku(judul mepet)

20 Juli 2009
22.55 WIB……

Lagi nggak punya ide apa-apa buat dituangkan, tapi punya janji untuk mengisi blog ini. Jadi berusaha untuk memenuhinya.

Aku membaca CONFESSIONS (sebuah kehidupan di masa Cina Komunis ) malam ini. Sebuah perjalanan hidup seorang pengajar senior di bidang Bahasa Cina di Yale University. bernama Kang Zhengguo.

Kang yang hidup di Zaman Mao – yang terkenal dengan kediktatorannya – hidup penuh dengan himpitan dari partai komunis. Kang yang memiliki ketertarikan pada sastra dan bahasa harus rela masuk ke kamp kerja paksa, hanya karena memiliki catatan harian yang isinya dinilai sebagai tindak pembangkangan terhadap rezim berkuasa saat itu.

Membayangkan Kang yang dengan situasi yang sama sekali tidak nyaman seperti saat itu masih memiliki mimpi untuk bisa menguasai bahasa asing terutama Inggris dan Rusia dan bercita-cita mengajarkan Bahasa Inggris setelah keadaan politik mulai kondusif – karena di masa Mao memimpin, bahasa asing dilarang dipergunakan – membuat kembali ingin  menyusuri setiap impian yang pernah kupikirkan.

Masa-masa sekolah dasar kujalani tanpa punya cita-cita. Aku bahkan bingung saat ditanya minatku apa. Beranjak SMP aku mulai memikirkannya. Psikologi merupakan pilihanku. Tapi takdir menolaknya, aku hanya lulus pada pilihan kedua saat mengikuti SPMB yang artinya harus merelakan mimpiku menjadi Psikolog digantikan dengan kesibukanku di program studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Pertanian.

Dan itupun hanya sanggup kujalani selama 4 semerster. Selama menjalani masa 2 tahun sebagai mahasiswa minatku pada buku kian besar. Yang selama sekolah hanya sebagai penikmat komik dan novel, mulai berkembang dengan membaca segala jenis buku. Dan buku pertama yang kebeli dengan hasil menuliskan di beberapa media on_line adalah GIE. Buku paling inspiratif sepanjang masa.

Pulang ke kampung halaman setelah menjalani 2 tahun kehidupan sebagai mahasiswa, aku memutuskan untuk menulis novel. Seperti yang dituliskan Clara Ng disebuah buku ` karena aku tidaklah abadi maka aku menulis…,` itulah mimpiku saat ini.

Mimpi lainnya,mengunjungi daerah asal nenek kakekku…, Yogyakarta, Solo, Banten dan Bandung. Dan keinginan terbesarku 2 tahun lagi adalah menetap di salah satu kota itu  . Alasannya, aku ingin merasakan bagaimana rasanya berada disana. Dan alasan utamanya adalah aku bosan terus menumpang. Dan aku bukan tipe perempuan yang menganggap pernikahan sebagai sebuah kata eksotis, yang harus dikejar.

Mimpi-mimpiku lainnya…, mengunjungi seluruh Indonesia, Mengunjungi Tibet…….

Mimpi-mimpi kecil yang telah terpenuhi…., bertemu Taufik Ismail, berdialog dengan Pramudya Ananta Toer, punya komputer sendiri ( hehehe….),

Terima Kasih buat Kang Zhengguo yang membuatku kembali berani untuk menyusuri mimpi-mimpi kecil yang pernah terpikirkan…..

Chayo….!!!!!!

alhasil cerita ini pun akhirnya terposting setelah cukup lama diriku mendesak lili buat ngisi blog tercinta kami ini.. dengan modus yang sangat tidak mengenakkan.

mudah2 an bermanfaat..

(akh gak penting bgt aQ bikin nya li.. maaplah klu nyemakin tulisanmu..

heheeh

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar