Sabtu, 3 Juli 2010
04.23 wib
Baru selesai nonton pertandingan super dramatis uruguay vs Ghana. di pertandinagn ini aku megang Ghana, bukan karena Ghana merupakan satu-satunya negara dari benua hitam yang tersisa di babak 16 besar, tapi karena ada sebuah cerita. Begini ceritanya…., (semoga aku bisa mencetitakannya dengan baik…..:) )
Sehari sebelumnya, dihari kamis malam aku nonton Metro TV. Nah, disalah satu segmennya menampilkan 2 orang pengamat sepakbola. Bung Kusnaeni salah satunya. Dan yang seorang lagi dengan sangat menyesal aku lupa namanya.
Segmen itu dipanduoleh…, lagi-lagi maaf aku lupa lagi siapa namanya. Tapi agak aneh juga melihatnya mewawancarai dua komentator sepakbola, karena biasanyadia selalu mkembawakan acara economic challange. Mendengar dia bertanya seputar pertandingann Belanda vs Brasil dan Uruguay vs Ghana pada kedua komentator itu membuatku membayangkan kurva-kurva plus teori-teori ekonomi yang super rumit, sekaligus suka bikin kepala berdenyut-denyut pusing. Bukannya aksi-aksi menarik para pemain sepakbola dilapangan hijau.
Nah, disalah satu sesi wawancara itu, bung kus( begitu bung kusnaeni sering dipanggil) mengatakan Jerman merupakan tim yang selama Piala Dunia 2010 ini yang harus bekerja ekstra keras untuk sampai dibabak 8 besar ini, dimana Jerman harus berjuang keras di fase penyisihan grup supaya bisa jadi juara grup agar tak bertemu dengan Inggris di babak 16 besar dan berhasil, tapi skenario itu tidak berjalan sempurna karena ternyata Inggris hanya mampu menjadi runner up di fase penyisihan grup. Dan jerman berhasil membuktikan kalau mereka memang negara yang patut diperhitungkan di turnamen paling bergengsi ini.
Dan sampailah Jerman di babak perdelapan final bertemu dengan sang favorit juara Argentina. Kemudian Bung Kus mulai memberikan komentar lucunya, mungkin Jerman akan bertemu Ghana di final, satu-satunya negara non unggulan di Piala Dunia kali ini. karena perjuangan jerman yang lumayan berat.
Kemudian aku berpikir, keren juga kali ya, setelah bertemu tim unggulan berkali-kali (walau Jerman belum tentu menang nanti malam lawan tim Argentina ), tiba-tiba di final mereka bertemu Ghana, tim yang secara hitung-hitungan diatas kertas jauh kemampuannya dibawah Jerman.
Dan entah kenapa, pikiran-pikiran itu membuatku bersemangatuntuk mewujudkannya dan begadang semalaman menunggu partai Uruguay vs Ghana, sambil membaca bukunya Raditya Dika Marmut Merah Jambu.
Dan tibalah saatnya ketika pertandinagn dimulai. Aku mulai deg-degan, ini biasanya kurasakan kalau yang lagi bertanding itu Timnas Indonesia, Timnas Inggris dan Timnas Jerman dan ada 2 lagi yang tak boleh terlupakan PSMS Medan dan Manchester United. Ghana pun akhirnya berhasil mencetak gol terlebih dahulu dimenit ke-45 yang dicetak oleh Sulley Ali Muntari, dan babak pertama pun selesai.Kedudukan 0-1 untuk keunngulan Ghana. Babak kedua giliran Uruguay menjebol gawang Ghana yang dijaga oleh Richard Kingson, melalui tendangan bebas Diego Forlan pada menit ke- 55. Dan kedudukan pun imbang 1-1.Dan sampai 90 menit pertandingan selesai skor masih imbang 1-1.
Dan dimulailah babak perpanjangan waktu 2x 15 menit. Di extra time pertama, skor masih sama 1-1. Ketika babak extra time kedua hamir berakhir muncullah drama penalti itu. Asamoah Gyan mendapat kesempatan melakukan penalti karena saat itu Luis Suárez melakukan hand-ball di dalam kotak penalti mengantisipasi peluang gol dari Ghana. Sebelum Gyan mengeksekusi penalti si jabulani, aku sempat mengatakan kalau penalti ini gagal maka Ghana akan akan klah. Itu karena waktu sudah mencapai akhir dan penalti di akhir pertandingan itu merupakan salah satu tiket Ghana untuk ke babak semifinal dan bertemu Belanda.
Dan benar saja, Gyan tidak berhasil memasukkan bola ke dalam gawang, bola memantul di mistar gawang, dan wasit pun meniup peluit tanda pertandingan selesai. Dan waktunya para pemain menyiapkan mental dan kaki mereka untuk adu penalti.
Berhubung mataku sudah mulai susah diajak bekerjasama maka dengan berat hati tulisan ini akan dilanjutkan esok saja……
05.02 wib
to be continue…..:)






